Bulog Pastikan Stok Beras Cukup untuk Kebutuhan Nataru 2022/2023

Bulog mengungkapkan alasan stok cadangan beras pemerintah (CBP) tipis akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah September lalu.

Jakarta, CNN Indonesia

Perum Bulog memastikan ketersediaan stok pangan dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan penyaluran pada perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

Direktur Supply Chain Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, mengatakan bahwa Bulog mampu mengatasi kebutuhan lonjakan permintaan pangan selama Nataru.

“Tidak ada masalah, kami jamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat melalui kegiatan Operasi Pasar walau sedikit ada tambahan permintaan saat Nataru. Memang pada Desember ini realisasi penyaluran beras Operasi Pasar sedikit mengalami peningkatan,” kata dia dalam keterangannya, Sabtu (31/12).

Suyamto pun meminta seluruh jajarannya agar dapat mewaspadai lonjakan tersebut, maupun kondisi tak terduga lainnya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Selama bulan Desember, Bulog mencatat sudah menyalurkan beras Operasi Pasar sebanyak 220 ribu ton (per 30/12). Angka ini menjadi pencapaian paling tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Adapun secara total, dari Januari sampai dengan Jumat (30/12), Bulog sudah menggelontorkan sebanyak 1,26 juta ton beras Operasi Pasar untuk meredam gejolak harga beras di pasar.

“Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi sekarang dan kami akan terus membanjiri pasar dengan kekuatan stok CBP yang saat ini Bulog kuasai,” imbuh Suyamto.

Kebijakan Pemerintah untuk mengimpor beras sebesar 500 ribu ton melalui Perum Bulog semakin memperkuat stock Cadangan Beras Pemerintah (CBP), dan dipastikan memberikan dampak untuk menahan laju kenaikan harga beras. Dengan adanya impor beras dan pasokan CBP terpenuhi, maka lonjakan permintaan operasi pasar bisa dipenuhi, sehingga harga beras di pasar akan terkendali.

Suyamto menambahkan, sebanyak 200 ribu ton dari kuota 500 ribu ton jumlah beras impor sudah keluar dari negara asal dan saat ini sedang proses pembongkaran di beberapa pelabuhan di Indonesia. Hanya saja, karena ombak dan curah hujan tinggi, sebagian kecil kapal beras impor ini ada yang belum berlabuh.

(rir)




Sumber: www.cnnindonesia.com