Daftar Bos Startup di Forbes 30 Under 30 yang Terseret Kasus Penipuan

Sam Bankman-Fried pernah terdaftar di Bloomberg Billionaires Index di usia 30 tahun. Kini hartanya raib Rp228T dalam semalam.

Jakarta, CNN Indonesia

Sejumlah petinggi perusahaan rintisan (startup) yang masuk ke dalam daftar Forbes 30 Under 30 terlibat dalam kasus penipuan.

Forbes 30 Under 30 merupakan daftar anak muda yang berusia di bawah 30 baik dari kalangan pengusaha, pemimpin, maupun pekerja seni yang berhasil membuat sebuah terobosan.

Berikut daftar ceo sejumlah startup yang terseret kasus penipuan:

Sam Bankman-Fried

Sam Bankman-Fried merupakan bos kripto FTX. Ia sempat masuk daftar Forbes 30 Under 30 2021 kategori finance.

Ia didakwa atas dua tuduhan penipuan secara elektronik (wire fraud) dan enam tuduhan tuduhan terkait konspirasi atas perannya dalam apa yang disebut oleh seorang jaksa federal sebagai penipuan terbesar.

Melansir CNN Business, pihak berwenang menuding Bankman-Fried mencuri dana pelanggan dari FTX untuk menutupi pinjaman yang diambil oleh Alameda Research, dana lindung nilai kripto yang berafiliasi dengan FTX.

Selain itu, ia juga dituding menggunakan dana itu untuk berinvestasi di perusahaan lain dan menyumbang untuk kampanye politisi dari kedua partai untuk mempengaruhi kebijakan publik.

Charlie Javice

Charlie Javice merupakan pendiri startup Frank. Ia sempat masuk dalam daftar Forbes 30 under 30 pada 2019 untuk kategori Finance.

Charlie Javice, digugat oleh JP Morgan yang merasa tertipu saat akuisisi perusahaan rintisan itu senilai US$175 juta atau sekitar Rp2,6 triliun (asumsi kurs Rp15 ribu per dolar AS).

Frank merupakan startup fintech bagi mahasiswa yang mencari bantuan keuangan. JP Morgan menuduh Javice berbohong tentang keberhasilan Frank membantu mahasiswa dengan membuat daftar pengguna palsu alias fiktif.

Gugatan telah didaftarkan pada akhir 2022 di Pengadilan Distrik Delaware, AS. Pada 2021, Javice diduga membuat laporan pengguna palsu Frank saat perusahaannya akan dibeli JP Morgan.

Kebohongan Javice diketahui ketika JP Morgan meminta bukti selama uji tuntas mengenai daftar nama, alamat, tanggal lahir, dan informasi pribadi lainnya untuk 4 juta lebih pelajar, yang sebenarnya fiktif.

Temuan JP Morgan, Frank baru memiliki kurang dari 300 ribu akun pelanggan saat itu.

Caroline Ellison

Caroline Ellison merupakan pimpinan dari Alameda Research, perusahaan perdagangan kripto yang didirikan oleh pendiri FTX Sam Bankman-Fried.

Caroline yang masuk daftar Forbes 30 Under 30 2022 kategori finance ditunjuk langsung oleh Sam Bankman-Fried untuk memimpin perusahaan itu.

Alameda Research ikut terlibat dalam kasus Sam Bankman-Fried. Caroline Ellison telah mengaku bersalah atas berbagai tuduhan kriminal dan bekerja sama dengan jaksa federal.

Ellison meminta maaf bulan lalu dan mengatakan kepada pengadilan bahwa dia setuju dengan Bankman-Fried dan yang lainnya untuk tidak mengungkapkan secara terbuka sifat sebenarnya dari hubungan antara Alameda dan FTX, termasuk pengaturan kredit Alameda.

Elizabeth Holmes

Elizabeth Holmes merupakan Ahli Bioteknologi AS sekaligus pimpinan dari startup Theranos. Perusahaan itu mengeluarkan alat tes yang mampu mendeteksi ratusan penyakit hanya dengan tetesan darah.

Holmes menerima Under 30 Doers Award dari Forbes dan menempati peringkat ke-73 dalam daftar ‘wanita paling berpengaruh di dunia’ 2015.

Pada November 2022, ia dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun penjara akibat kasus penipuan yang dilakukannya.

Holmes terbukti menipu para investor melalui start-up miliknya, Theranos.

Ia dihukum atas empat dakwaan pada bulan Januari karena membujuk investor selama 15 tahun dengan iming-iming dia telah mengembangkan perangkat medis revolusioner.

Theranos akhirnya bangkrut usai investigasi yang dilakukan The Wall Street Journal mengungkap kebohongan alat tes bernama Edison itu.

[Gambas:Video CNN]

(mrh/sfr)




Sumber: www.cnnindonesia.com