Deretan Investasi Cuan di Tahun Kelinci Air

Gonjang-ganjing ekonomi global sampai saat ini masih belum reda. Meski demikian, ada beberapa opsi investasi yang mendulang cuan bagi investor.

Jakarta, CNN Indonesia

Gonjang-ganjing ekonomi global sampai saat ini masih belum reda. Bahkan, di tahun depan ancaman resesi mengintai beberapa negara.

Perencana Keuangan OneShildt Consulting Imelda Tarigan menuturkan 2023 akan menjadi tahun yang penuh tantangan, kecuali perang Rusia-Ukraina berakhir. Jika perang terus terjadi, maka situasi masih akan berat.

Meski demikian, gejolak ekonomi global bukanlah hambatan jika ingin berinvestasi. Ada banyak opsi instrumen investasi yang menguntungkan di 2023 atau Tahun Kelinci Air, menurut astrologi Tionghoa. Mulai dari saham hingga emas.

“Inflasi global akan mengerek suku bunga global yang akan meningkatkan biaya sehingga ekonomi melemah. Tapi di setiap krisis pasti ada peluang baru. Jadi jangan takut berinvestasi dan tetap konsisten pada profil risiko Anda,” kata Imelda kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/12).

Imelda menekankan bahwa asesmen terhadap risiko investasi harus tetap objektif, jangan emosional karena terlalu takut dengan potensi buruk yang bakal terjadi di tengah gejolak ekonomi dunia.

Setali tiga uang, Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto juga memproyeksi tahun depan masih bakal dihantui dengan beberapa sentimen negatif, termasuk kenaikan suku bunga The Fed.

“Namun, di sisi lain China sebagai salah satu indikator ekonomi sudah mau bergerak dan melonggarkan ekonominya pasca covid-19. Jadi bisa sebagai sedikit penyeimbang dan penahan laju gejolak ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho melihat kondisi ekonomi global berpotensi mengalami resesi dan berimbas ke Indonesia.

Kendati, Andy menilai kondisi ekonomi Indonesia masih cukup bertahan dari pelemahan ekonomi negara-negara lain. Hal ini disebabkan oleh tingkat konsumsi dalam negeri yang tetap tinggi sehingga terus menggerakkan perekonomian RI.

Andy juga menganggap konflik Rusia dan Ukraina membuat permintaan hasil tambang, seperti batu bara dan nikel, berpotensi meningkat karena kedua negara tersebut tidak bisa menyediakannya. Hal tersebut akan menjadi angin segar bagi kondisi pasar modal Indonesia.

“Selain itu, tahun depan belanja kebutuhan politik untuk Pemilu 2024 akan semakin meningkat sehingga ekonomi akan semakin kencang berputar,” jelas Andy.

Berikut beberapa daftar investasi yang berpotensi cuan dan sebaiknya dihindari pada 2023 yang merupakan Tahun Kelinci Air:

Investasi cuan

1. Saham

Imelda Tarigan menempatkan saham sebagai investasi yang berpotensi mendulang cuan di 2023. Namun, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan jika ingin terjun ke pasar saham.

“Saham masih akan tetap jadi instrumen investasi yang baik karena perusahaan-perusahaan emiten masih akan produktif. Maka pilihlah yang berfundamental kokoh supaya tahan krisis, investasi ini untuk jangka panjang,” ungkapnya.

Sedangkan Andy Nugroho menganggap saham cocok untuk investor dengan profil risiko agresif. Namun, investor harus tetap waspada dan rajin memperhatikan pergerakan harganya.

“Seandainya tiba-tiba kondisi memburuk, maka bisa segera melakukan cut loss dan switching,” kata Andy.

“Sebaiknya menghindari pasar saham, pasar derivatif, ataupun reksadana berbasis saham. Namun, dengan potensi yang dimilikinya untuk dapat cuan, maka kalaupun mau tetap berada di instrumen-instrumen tersebut, harus sangat disiplin dan cermat mengamati pergerakan harganya agar bisa segera keluar ketika kondisi memburuk,” imbuhnya.

2. Obligasi

Berdasarkan beberapa pertimbangan yang sudah disampaikan, Andy memprediksi investasi cuan adalah yang profil risikonya moderat. Ia lantas menyarankan obligasi sebagai instrumen investasi pilihan.

“Atas dasar hal-hal tersebut, maka investasi yang bisa dipilih adalah, seperti obligasi negara yang dari segi imbal hasil di atas deposito, namun secara risiko masih di bawah pasar saham,” sarannya.

Tak beda jauh, Imelda juga menyebut obligasi sebagai salah satu instrumen investasi yang patut diperhatikan. Namun, investor jangan sampai lengah dan harus ekstra hati-hati.

“Obligasi negara juga masih bagus karena imbal hasilnya setelah dikurangi pajak masih berada di atas inflasi. Untuk obligasi swasta harus ekstra hati-hati, pelajari fundamental usaha,” tegas Imelda.

3. Reksadana

Menurut Andy, memilih reksadana sebagai instrumen investasi juga boleh. Reksadana yang berbasis pendapatan tetap bisa menjadi pilihan utama.

“Namun, dengan pertimbangan-pertimbangan di atas, maka bagi yang memiliki profil risiko agresif juga bisa memilih untuk berinvestasi di reksadana campuran atau reksadana pasar saham,” ungkapnya.

Valas, Kripto dan Forex Dianggap Tidak Menghasilkan Cuan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA



Sumber: www.cnnindonesia.com