Dinas Bina Marga Buka Suara Soal Lelang Proyek Konten Masjid Al Jabbar

Kepala Dinas BMPR Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono mengklarifikasi soal lelang proyek pembuatan konten Masjid Al Jabbar yang mencapai Rp20 triliun.

Jakarta, CNN Indonesia

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono mengklarifikasi soal lelang proyek pembuatan konten Masjid Al Jabbar yang mencapai Rp20 triliun. 

Bambang menjelaskan lelang proyek konten tersebut sebetulnya merujuk pada museum yang ada di lingkungan Masjid Al Jabbar.

“Perhatian masyarakat ini selain menjadi masukan penting sekaligus menjadi momen bagi kami menyosialisasikan museum Al Jabbar yang direncanakan diresmikan pada Februari 2023 mendatang,” jelas Bambang dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (9/1).

Dalam hal ini, ia merinci keperluan untuk museum tersebut seperti panel grafis, multimedia (motion grafis, video mapping, sound, desktop app, mobile app, aplikasi augmented reality, aplikasi touchscreen table film documenter), maket, dan diorama.

Kemudian, benda-benda koleksi seperti alat perang, lembar mushaf sundawi, surat-surat korepondensi Nabi, tempat-tempat naskah tua, replika Al Quran besar, peti penyimpanan Quran, hingga naskah tua.

Museum Al Jabbar berkonsep sebagai sarana edukasi dengan membagikan pengetahuan kepada masyarakat, khususnya umat Islam di Jawa Barat. Materi dalam museum ini menyangkut sejarah nabi Muhammad SAW dan sejarah Islam di Indonesia serta Jawa Barat.

“Proses pengadaan barang atau jasa museum Al Jabbar ini sudah mengikuti prosedur juga dikawal oleh lembaga kebijakan pengadaan barang atau jasa pemerintah (LKPP) dan badan pemeriksa keuangan (BPK),” tegasnya.

Sebelumnya, mengutip laman resmi lpse.jabarprov.go.id, Pemrov Jawa Barat melelang proyek pembuatan konten Masjid Al Jabbar pada 1 April 2022 dengan kode tender 79267014. Namun, tender tersebut akhirnya dibatalkan meski sebelumnya sempat dilelang ulang.

“Tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran,” tulis pernyataan alasan tender diulang dan akhirnya dibatalkan.

Tender tersebut dibuka atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah satuan kerja Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (Dinas BMPR) Provinsi Jawa Barat.

Meski dibatalkan, di dalam situs tersebut dijelaskan ada 55 peserta yang mengikuti tender pembuatan konten di Masjid Al Jabbar tersebut.

Dua peserta teratas adalah PT Wangsa Keling Saka Kamulyan dengan harga penawaran Rp14,42 miliar dan Sembilan Matahari yang memasang Rp15,49 miliar.

Di lain sisi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mendapat kritik pedas warganet mengatakan keseluruhan kompleks Masjid Raya Al Jabbar tidak hanya sekadar difungsikan sebagai masjid.

“Proyek kawasan Masjid Al Jabbar itu bukan hanya masjid,” kata Ridwan Kamil di akun Twitternya @ridwankamil, Jumat (6/1).

Ridwan mengatakan kompleks ini memiliki Museum Digital Rasulullah dan Islam di Nusantara di area bawah masjid. Museum itu berisikan materi perjalanan peradaban Islam di Indonesia, khususnya Jawa Barat.

[Gambas:Video CNN]

(skt/dzu)




Sumber: www.cnnindonesia.com