Emas Diproyeksi Kinclong di Tengah Ancaman Resesi Global 2023

Harga emas diperkirakan berkilau tahun ini di tengah ancaman perlambatan ekonomi dan resesi global.

Jakarta, CNN Indonesia

Harga emas diperkirakan berkilau pada 2023. Analis DCFX Futures Lukman Leong memproyeksi emas akan menjadi tujuan aset safe haven atau aset aman di tengah ancaman perlambatan ekonomi dan resesi global tahun ini.

Ketidakpastian perang Rusia-Ukraina serta ketegangan antara China, Taiwan, dan Amerika Serikat (AS) diprediksi mendorong harga emas dengan pembelian dari bank-bank sentral meningkat terutama dari China dan Rusia.

“Pembukaan kembali ekonomi di China sebagai konsumen emas terbesar dunia juga akan mendorong peningkatan pada permintaan fisik,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/1).

Kendati demikian, perlambatan dan resesi ekonomi global juga bisa menguatkan dolar AS dan sedikit menahan laju kenaikan harga emas.

Dengan sentimen-sentimen tersebut, Lukman memperkirakan harga emas pada 2023 berada di kisaran US$1.950-US$2.100 per troy ons.

Sementara Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra memproyeksi emas bakal masih berpeluang menguat pada 2023 setelah berhasil bertahan di atas US$1.800 per troy ons di penghujung 2022.

Kekhawatiran pasar terhadap pelambatan ekonomi atau resesi global bakal menjadi faktor kenaikan harga emas.

“Ini mendorong pelaku pasar mengamankan nilai aset nya dengan masuk ke aset aman di emas,” ujarnya.

Selain itu, ketegangan geopolitik serta kebijakan kenaikan suku bunga acuan The Fed yang diperkirakan melunak di 2023 juga bisa menjadi katalis kenaikan harga emas tahun ini.

“Untuk sementara peluang naik ke arah US$1.900 masih terbuka,” ujar Ariston.

Sepanjang 2022, perdagangan emas dibuka optimistis tetapi menunjukkan tren pelemahan. Pada pembukaan tahun, harga emas mulai pulih ke angka US$1.828,5 per troy ons pada perdagangan global.

Harga emas terus merangkak naik hingga tembus US$2.052,6 per troy ons pada 8 Maret. Lonjakan harga ini didorong sentimen geopolitik perang antara Rusia dan Ukraina.

Takhta emas di pucuk harga akhirnya turun bertahap ditekan penguatan nilai dolar AS dan agresivitas The Fed menaikkan suku bunga acuan. Harga emas turun ke US$1.811,8 per troy ons dan terus melorot ke angka US$1.629,1 per troy ons pada 27 September silam.

Emas mulai bersinar lagi pada November hingga akhir Desember. Pada 21 Desember lalu, emas dipatok US$1.814,9 per troy on dan sempat turun tipis ke US$1.811,7 per troy ons pada 28 Desember 2022.

[Gambas:Video CNN]

(fby/sfr)

[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com