Erick Yakin KEK Sanur Dorong Ekonomi RI, Bisa Hemat Devisa Rp86 T

Menteri BUMN Erick Thohir yakin pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali akan mendorong perekonomian baik lokal maupun nasional.

Denpasar, CNN Indonesia

Menteri BUMN Erick Thohir yakin pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali akan mendorong perekonomian baik lokal maupun nasional. Kawasan ini merupakan KEK kesehatan dan pariwisata pertama di Indonesia.

Hal itu dinyatakan Erick saat mendampingi Megawati Soekarnoputri yang meninjau KEK Sanur, Senin (16/1). Dalam kegiatan itu turut hadir Ketua DPR RI Puan Maharani, Gubernur Bali I Wayan Koster dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

KEK Sanur, sambung Erick, dibangun berdasarkan visi pariwisata Presiden Soekarno. Nantinya, KEK Sanur akan menjadi destinasi wisata komprehensif yang menonjolkan wisata kesehatan dan pariwisata.

Setelah beroperasi penuh yang dijadwalkan selesai di 2024, KEK Sanur dapat menyerap sekitar 43 ribu tenaga kerja. Pada 2045, KEK Sanur diharapkan mampu menambah total perolehan devisa hingga US$1,28 miliar atau Rp19,6 triliun. Total investasi untuk membangun KEK Sanur mencapai Rp10,2 triliun.

“Selama ini kita kehilangan hingga Rp97,5 Triliun setiap tahun dari dua juta penduduk Indonesia yang berwisata medis ke Singapura dan Malaysia,” ujar Erick dalam keterangan resmi.

Selain itu, pengembangan KEK Sanur akan menata ulang struktur ekonomi agar pariwisata Bali bergeser dari mass tourism menjadi quality tourism. Hal itu akan memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan belanja wisatawan di Bali.

Pengembangan KEK Sanur diproyeksikan mampu menyerap sekitar 4 persen hingga 8 persen masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri. Pada 2030, jumlah pasien yang berobat di KEK Sanur ditargetkan mencapai 123 ribu hingga 240 ribu orang. Kemudian hingga 2045, penghematan devisa diharapkan mencapai Rp86 triliun.

Di kawasan seluas 41,26 hektare itu akan didirikan fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan klinik bertaraf internasional bekerjasama dengan rumah sakit terbesar di Amerika Serikat Mayo Clinic, revitalisasi Hotel Bali Beach atau Grand Inna Bali Beach (GIBB), convention center, ethnomedicinal botanic garden, dan commercial center untuk menampung UMKM.

Hotel Bali Beach atau GIBB sendiri merupakan hotel rancangan Bung Karno. Saat ini, proses renovasi sudah mencapai 35,58 persen dan ditargetkan selesai di akhir Agustus 2023 dengan kawasan Kebon Raya herbal.

“Ini pertama kali kawasan rumah sakit yang dilengkapi dengan kawasan wellness. Jadi, untuk kesehatan jalan, meditasi, yang merupakan trend yang hari ini terjadi,” ungkapnya.

Dalam kunjungan itu, secara khusus Megawati menyempatkan diri meninjau ethnomedicinal botanic garden seluas 4,9 hektare.

Zona khusus yang dikelola Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kebun Raya itu menjadi pusat penelitian kesehatan dan taman usada untuk mengembangkan tanaman-tanaman obat dalam terapi penyembuhan berbagai jenis penyakit.

Saat meninjau kawasan Kebon Raya herbal itu, Megawati mengajukan banyak pertanyaan seputar manfaat tanaman-tanaman obat yang berguna bagi kesehatan. Termasuk juga melihat pohon Inaran, yang sering disebut sebagai pohon Soekarno. Bahkan, Megawati meminta kepada Erick untuk memasang kain kamben poleng di pohon tersebut.

Megawati sendiri mengapresiasi langkah transformasi ikon pariwisata Bali itu yang tetap memprioritaskan identitas budaya di Pulau Dewata sekaligus menjunjung tinggi prinsip Tri Hita Kirana yang melekat di masyarakat Bali.

“Di Jaeju, Korea, saya punya teman profesor yang menggunakan nama saya, yakni Botanic Megawati Garden untuk kebun tanaman obat herbal. Jadi saya senang akan keberadaan taman usada di ethnomedicinal botanic garden yang menunjukkan kekayaan tanaman-tanaman obat Indonesia yang sangat bermanfaat bagi kesehatan,” jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

(kdf/sfr)




Sumber: www.cnnindonesia.com