ESDM Setujui Kontrak Kerja Sama Pengelolaan Dua Blok Migas di Aceh

Kementerian ESDM menyetujui kontrak kerja sama pengembangan Blok Migas di perairan Aceh; Offshore North West Aceh dan Offshore South West Aceh (Singkil).

Jakarta, CNN Indonesia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui kontrak kerja sama pengembangan dua blok migas di perairan Aceh; Wilayah Kerja Offshore North West Aceh (Meulaboh) dan Wilayah Kerja Offshore South West Aceh (Singkil).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan setelah disetujui, kontrak kerja sama pengembangan langsung ditandatangani.

“Sebelum penandatanganan kontrak, kontraktor telah menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi dan finansial yaitu pemberian bonus tanda tangan dan menyerahkan jaminan pelaksanaan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku,” kata seperti dikutip dari Antara, Kamis (5/1).

Ia merinci kontrak bagi hasil Wilayah Kerja Offshore North West Aceh (Meulaboh) yang berlokasi di lepas lautan Aceh dilakukan dengan kontraktor ONWA Pte Ltd.

Sementara kontrak bagi hasil Wilayah Kerja Offshore South West Aceh (Singkil) yang berlokasi di lepas lautan Aceh dengan kontraktor OSWA Pte Ltd.

Ia menambahkan komitmen pasti eksplorasi keduanya berupa studi G&G, akuisisi data seismik tiga dimensi seluas 500 kilometer persegi, dan satu sumur eksplorasi dengan total investasi sebesar US$15 juta dan bonus tanda tangan US$50 ribu.

“Kedua kontrak bagi hasil cost recovery tersebut merupakan kontrak eksplorasi dengan jangka waktu 30 tahun dengan split bagi hasil 60:40 untuk minyak dan 55:45 untuk gas,” jelas Tutuka.

“Secara keseluruhan total investasi komitmen pasti eksplorasi dari penandatanganan kontrak bagi hasil wilayah kerja tersebut adalah senilai US$30 juta dengan bonus tanda tangan sebesar US$100 ribu,” imbuhnya.

Wilayah Kerja Offshore North West Aceh (Meulaboh) memiliki potensi sumber daya 800 juta barel minyak (MMBO) dan gas bumi hingga 4,8 triliun kaki kubik (Tcf). Sedangkan, Wilayah Kerja Offshore South West Aceh (Singkil) memiliki potensi sumber daya 1,4 miliar barel minyak (BBO) dan 8,6 triliun kaki kubik (Tcf).

Pejabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan eksplorasi tersebut. Ia berharap semua kegiatan eksplorasi bisa membawa hasil yang baik bagi pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh khususnya.

“Harapan kami ke depan banyak kegiatan-kegiatan lain dari Kementerian ESDM di tempat kami, sehingga Provinsi Aceh semakin maju dan semakin sejahtera,” ucap Achmad.

[Gambas:Video CNN]

(agt/sfr)




Sumber: www.cnnindonesia.com