Gubernur Edy Rahmayadi Copot Dirut Bank Sumut

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mencopot Rahmat Fadillah Pohan dari jabatan direktur utama (dirut) PT Bank Sumut.

Medan, CNN Indonesia

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mencopot Rahmat Fadillah Pohan dari jabatan direktur utama (dirut) PT Bank Sumut. Saat ini, Rahmat masih menjalani pemeriksaan dari inspektorat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

“Sedang dicek, dipelajari oleh inspektorat. Semua tim turun. Tapi yang pastinya saat ini beliau tidak menjabat dulu, dinonaktifkan,” kata Edy Rahmayadi, Kamis (5/1).

Edy enggan menjelaskan lebih lanjut terkait masalah yang menjerat Rahmat. Menurutnya tim masih mempelajari kasus tersebut dengan memintai keterangan Rahmat.

“Karena ini Bank Sumut adalah banknya rakyat Sumut. Alasan nonaktifkan, itu masih dipelajari. Nanti tanya kepada yang berwenang. Nanti kalau saya ngomong nanti salah di sini,” ucapnya.

Edy menegaskan jika nantinya hasil pemeriksaan inspektorat menyatakan Rahmat tidak ada masalah, maka akan diaktifkan kembali untuk menjabat posisi dirut Bank Sumut.

“Baru nanti jika tidak ada masalah, baru kita aktifkan. Kalau ada masalah ya ditindaklanjuti diselesaikan masalahnya,” ungkapnya.

Eks Pangkostrad ini menegaskan akan mencari orang-orang terbaik di Sumut untuk memimpin BUMD milik Pemprov Sumut itu.

“Kita akan mencari orang yang terbaik di Sumatera Utara ini, siapapun,” tegasnya

Diketahui, Bank Sumut belakangan ini terus menuai sorotan. Pasalnya nasabah Bank Sumut menjadi korban kejahatan skimming dengan nilai kerugian mencapai Rp2,7 miliar. Kasus tersebut masih ditangani oleh Polda Sumut.

Kemudian layanan mobile banking Bank Sumut juga disebut sebut ilegal. Tak hanya itu, rencana IPO Bank Sumut juga masih terhambat restu dari OJK.

Jika hingga akhir Januari 2023 OJK belum juga memberikan pernyataan efektif, otomatis IPO Bank Sumut gagal pada 2023.

[Gambas:Video CNN]

(fnr/sfr)




Sumber: www.cnnindonesia.com