Harga Pertalite Tetap Rp10 Ribu Meski Pertamax Turun Jadi Rp12.800

Pertamina menyebut nasib pembatasan BBM bersubsidi pertalite melalui aplikasi MyPertamina masih menunggu revisi Perpres 191/2014.

Jakarta, CNN Indonesia

Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk tidak menurunkan harga pertalite dari posisi sekarang Rp10 ribu per liter meski harga minyak dunia sudah turun sampai ke level US$79 per barel.

Padahal, mulai Selasa (3/1) pukul 14.00 WIB ini, mereka menurunkan harga pertamax dari Rp13.900 jadi Rp12.800 per liter.

“Khusus solar danpertalite harganya tetap. Kenapa? Karena ini yang disubsidi pemerintah dan besar sekali subsidinya,” kata Direktur Utama PertaminaNicke Widyawati di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Selasa (3/1).

Ia mencontohkan Solar yang dijual Pertamina saat ini dibanderol Rp6.800 per liter. Padahal SPBU kompetitor lainnya menjual Solar lebih mahal dua kali lipat. Nicke menyebut Pertamina menjual Solar hanya setengah harga dari harga di pasar.

Sementara Pertalite dijual kompetitor seharga Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per liter. Padahal, Pertamina hanya menjual Rp10 ribu per liter

“Artinya yang disubsidi negara besar sekali,” ujar Nicke.

Sementara itu, Pertamax bakal turun dari Rp13.900 per liter menjadi Rp12.800. Penurunan harga berlaku mulai Selasa (3/1) pukul 14.00 ini.

“Nanti insyaallah harga Pertamax menjadi Rp 12.800,” kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam kesempatan yang sama.

Ia menambahkan penurunan harga Pertamax dilakukan setelah harga minyak dunia yang saat perang Rusia dan Ukraina melesat ke atas US$100 per barel, kini turun jadi US$79 per barel.

[Gambas:Video CNN]

(fby/agt)

[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com