India Bakal Beri Insentif Rp31 T untuk Industri Hidrogen Hijau

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk sebesar Rp3,97 triliun sepanjang 7 November-10 November 2022.

Jakarta, CNN Indonesia

India berencana memberikan insentif sebesar US$2 miliar atau setara Rp31 triliun (asumsi kurs Rp15.500 per dolar AS) untuk industri hidrogen hijau. Hal ini dalam upaya untuk mengurangi emisi karbon.

Dikutip CNA, Kamis (29/12), seorang pejabat senior pemerintah dan manajer industri yang bekerja di bidang energi terbarukan menyatakan insentif tersebut digelontorkan untuk mengurangi biaya produksi hidrogen hijau hingga seperlima selama lima tahun ke depan.

Langkah tersebut juga dilakukan untuk meningkatkan skala industri hidrogen hijau di India, sehingga nantinya bisa menjadi pemain ekspor utama di pasar energi hijau.

“Biaya saat ini di India adalah 300 rupee hingga 400 rupee per kg,” kata manajer yang tidak disebutkan namanya.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Uni Eropa juga telah menyetujui untuk memberikan insentif senilai miliaran dolar untuk proyek hidrogen hijau di negara masing-masing.

Nantinya, hidrogen dapat digunakan sebagai bahan bakar. Proses pembuatannya dengan memisahkan air dan listrik atau disebut elektrolisis.

Jika perangkat yang melakukan elektrolisis tersebut ditenagai oleh energi terbarukan, produknya disebut hidrogen hijau, bahan bakar bebas emisi rumah kaca.

Pejabat pemerintah tersebut kembali menyebutkan bahwa insentif bantuan di India ini rencananya diumumkan pada 1 Februari 2023 untuk tahun fiskal 1 April.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)




Sumber: www.cnnindonesia.com