Karyawan Starbucks Disuruh Ngantor Lagi 3 Hari Seminggu

Karyawan Starbucks diminta untuk kembali bekerja dari kantor (WFO) setidaknya tiga hari dalam seminggu.

Jakarta, CNN Indonesia

Karyawan Starbucks diminta untuk kembali bekerja dari kantor (WFO) setidaknya tiga hari dalam seminggu.

Aturan itu disampaikan oleh CEO Interim Starbucks Howard Schultz. Pengumuman itu disampaikan Schultz dalam sebuah memo untuk karyawan Starbucks pada Rabu (11/1).

Aturan tersebut meminta karyawan dalam jarak perjalanan dari kantor pusat perusahaan di Seattle, AS untuk ngantor pada Selasa, Rabu, dan hari lain yang akan disepakati dengan manajer.

Sementara itu, karyawan Starbucks di kantor regional harus melapor ke kantor tiga hari seminggu. Kendati demikian, memo itu tidak menyebutkan secara rinci hari atau menentukan apa yang dianggap sebagai jarak perjalanan tersebut.

Starbucks sebenarnya sudah melakoni pekerjaan secara hybrid sejak tahun lalu. Schultz menegaskan pekerja perusahaan berjanji WFO antara satu hingga dua hari dalam seminggu. Namun, faktanya tidak sesuai dengan janji tersebut.

“Dari data kami, jelas bahwa sejumlah besar mitra tidak memenuhi janji minimal satu hari dalam seminggu. Inilah mengapa saya juga mengumumkan bahwa kebijakan ini adalah syarat yang sangat penting untuk kesuksesan bisnis kami,” tegas Schultz dalam memo tersebut.

Pengumuman Starbucks ini menyusul aturan baru yang disampaikan beberapa perusahaan terkait kebijakan kerja, termasuk dari CEO Disney Bob Iger. Ia memerintahkan karyawan Disney untuk kembali ke kantor empat hari seminggu mulai 1 Maret.

Selain Starbucks dan Disney, banyak perusahaan besar yang memberlakukan aturan back to work ketat kepada para karyawannya. Hal ini menyusul meredanya pandemi covid-19.

Apple juga mengimbau para pekerja korporatnya untuk berada di kantor minimal tiga hari dalam seminggu. Perusahaan induk Snapchat turut meminta pekerja untuk kembali ke kantor 80 persen dari waktu kerja atau setara dengan empat hari seminggu, dimulai pada Februari.

Di lain sisi, Wali Kota New York City Eric Adams mengeluhkan dampak pekerjaan jarak jauh terhadap perekonomian kota. Adams menilai tingkat kekosongan kantor sudah mencapai rekor tertinggi.

[Gambas:Video CNN]

(skt/agt)




Sumber: www.cnnindonesia.com