Kita Tidak Boleh Terlalu Bergantung Dolar

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengajak Indonesia untuk bisa mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Jakarta, CNN Indonesia

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengajak Indonesia untuk bisa mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, Indonesia dan Malaysia bisa bekerja dengan erat untuk memajukan mata uang rupiah dan ringgit, setidaknya untuk kerja sama ekonomi antar kedua negara. Hal ini juga dilakukan oleh China yang mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan masih bertahan di zona hijau.

“Untuk China saya setuju dia. Kita tidak boleh bergantung pada dolar. Ada periode di 1990-an yen (Jepang) meningkat sekarang yuan meningkat,” ujarnya dalam CT Corp Leadership Forum di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (9/1).

Ia mengakui tidak mudah melepas ketergantungan terhadap dolar AS. Apalagi, dolar AS memang menjadi mata uang utama dunia.

Ia menambahkan bila ketergantungan terhadap dolar AS itu ingin dikurangi, ia menyatakan Indonesia dan Malaysia harus terlebih dahulu memastikan ekonomi negara cukup tangguh seperti China.

“Melepaskan dolar itu risiko juga. Ini urusan bankir. Tetapi bagi saya kita harus ambil pandangan mereka dengan skala mana untuk kita gunakan yen, yuan atau dolar,” jelasnya.

Apalagi, kata dia, Malaysia adalah negara yang sangat kecil, sehingga masih bergantung pada mata uang negeri Paman Sam tersebut. Selama ini hubungan dengan AS juga sangat baik, karenanya perlu pertimbangan matang untuk bisa melepas ketergantungan dengan mata uang AS.

“Malaysia sebagai negara kecil, kita harus pastikan hubungan dengan Indonesia dan Asean kompak, dengan Barat dan China kita baik,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/agt)




Sumber: www.cnnindonesia.com