Konsisten Tingkatkan Layanan, Gojek Kembali Gelar Pelatihan Berkendara

Gojek memberikan pelatihan berkendara dan etika berlalu lintas bagi mitra driver sesuai dengan komitmen berkelanjutan perusahaan.

Jakarta, CNN Indonesia

Gojek, sebagai bagian dari Grup GoTo, mengadakan pelatihan seputar keselamatan berkendara dan etika berlalu lintas untuk mitra driver. Langkah tersebut sesuai dengan komitmen berkelanjutan perusahaan untuk terus menjadikan mitra driver sebagai andalan pelanggan di Indonesia dengan kualitas terbaik di industri.

Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2015, sebanyak ratusan ribu mitra driver Gojek dari puluhan kota di Indonesia telah mengikuti pelatihan secara tatap muka. Pelatihan Keselamatan Berkendara juga dapat diakses oleh mitra driver Gojek se-Indonesia, kapan saja dan di mana saja, melalui fitur Tips Pintar dalam aplikasi GoPartner.

Head of Global Marketing GoRide Gojek, Stella Darmadi, menyampaikan bahwa Pelatihan Keselamatan Berkendara menjadi bentuk konsistensi Gojek dalam memberikan ragam pelatihan komprehensif kepada para mitra driver Gojek.

“Kami juga melakukan beberapa pembenahan terkait dengan teknis pengajaran dan materi berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya,” tegas dia dalam keterangannya, Rabu (4/1).

Pada kesempatan kali ini, pelatihan dijalankan dengan berkolaborasi dengan Rifat Driver Labs (RDL), sebuah konsultan keselamatan berkendara yang didirikan oleh mantan pembalap nasional Rifat Sungkar. Pelatihan Keselamatan Berkendara sendiri berfokus pada peningkatan kemampuan berkendara defensif dan keamanan berkendara para mitra driver.

Kedua materi pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan mitra driver saat berkendara. Hal ini dapat tercapai dengan melatih kesigapan dalam mengontrol keselamatan diri, keselamatan penumpang, dan juga keselamatan berkendara secara umum.

Suasana pelatihan keselamatan berkendara mitra Gojek. (Foto: Arsip Gojek)

Selain kedua hal di atas, program tersebut juga berbagi ilmu terkait dengan cara menghemat energi, mengurangi polusi, memperpanjang umur kendaraan, memaksimalkan fitur-fitur yang ada dalam kendaraan, serta mengurangi risiko kecelakaan dalam berkendara.

Menurut Stella, program pelatihan kali ini menggunakan metode kelas kecil yang lebih personal sehingga memudahkan para driver untuk lebih menyerap materi yang disampaikan oleh para trainer.

“Selain itu, pelatihan kali ini juga menekankan pada praktik dengan menyediakan simulasi berkendara dalam bentuk track mengemudi,” imbuhnya.

(rir/rir)




Sumber: www.cnnindonesia.com