Mayoritas Kripto Loyo Jelang Akhir Pekan

CEO Indodax Oscar Darmawan memproyeksi Bitcoin memasuki fase jenuh dari penurunan harga yang terjadi sejak awal 2022 dan baru bangkit pada 2024.

Jakarta, CNN Indonesia

Harga mayoritas aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar melemah jelang akhir pekan. Mengutip coinmarketcap, Jumat (6/1) harga beberapa koin kripto jagoan melorot tipis dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Bitcoin merosot 0,07 persen menjadi US$16.828 per koin. Koin dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua, Ethereum, juga turun tipis 0,27 persen ke harga US$1.250 per koin.

Tether, USD Coin dan Binance USD stabil di harga US$1 per koin, naik-turun tipis di bawah 1 persen pada perdagangan 24 jam terakhir.

Penurunan paling dalam dialami XRP. Koin ini anjlok 2,09 persen ke harga US$0,033 per koin dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Dogecoin juga turun cukup dalam 1,9 persen ke harga US$0,07 per koin. Polygon juga susut banyak, yakni 2,1 persen menjadi US$0,78 per koin.

Sementara itu, BNB menguat 0,07 persen. Koin dengan kapitalisasi pasar terbesar kelima ini kini bertengger di harga US$258 per koin.Cardano juga menghijau. Harganya naik 1,88 persen menjadi US$0,27 per koin.

Saat ini, pemerintah masih melarang penggunaan kripto sebagai alat pembayaran.

Namun, kripto termasuk komoditas bursa berjangka, sehingga tak masalah selama digunakan sebagai investasi maupun komoditas yang diperjualbelikan oleh para pelaku pasar.

Aset kripto diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan lewat Peraturan Bappebti No 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka.

Selain itu, aturan kripto juga tercantum dalam Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.

[Gambas:Video CNN]

(pta/agt)

[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com