Mayoritas Kripto Teratas Bangkit, Bitcoin Naik Lagi ke US$23 Ribu

Bappebti mendukung peralihan pengaturan kripto ke OJK, sepanjang aset kripto dianggap sebagai komoditas, bukan mata uang.

Jakarta, CNN Indonesia

Mayoritas aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar bangkit (rebound) pada perdagangan Kamis (26/1). Bitcoin kembali tembus harga US$23 ribu. Kenaikan Si Raja Koin diikuti koin lainnya.

Mengutip coinmarketcap, Bitcoin melesat 2,9 persen ke harga US$23.224 per keping, padahal sebelumnya koin ini melemah di bawah US$21 ribu. Tren harga sepekan, Bitcoin naik 12,2 persen.

Koin dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua, Ethereum, juga meroket 5,2 persen ke harga US$1.620 per koin. Dalam sepekan, Ethereum naik 6,7 persen.

BNB menguat 3,57 persen ke harga US$308 per keping pada perdagangan 24 jam. Cardano juga naik 7,9 persen ke harga US$0,39 per koin.

XRP menguat 2,6 persen ke harga US$0,41 per koin. Dogecoin dihargai US$0.08 per koin imbas kenaikan 3,7 persen.

Tether, USD Coin dan Binance USD masih setia di harga US$1 per keping. Trio satu dolar AS ini berfluktuasi tipis di bawah 1 persen.

Solana yang kemarin terperosok dalam sebesar 9,15 persen, kini rebound 9,35 persen ke harga US$24 per koin. Koin yang mendepak Polygon dari posisi 10 ini berhasil naik 17,8 persen dalam sepekan.

Pemerintah masih melarang penggunaan kripto sebagai alat pembayaran. Namun, kripto termasuk komoditas bursa berjangka, sehingga bisa digunakan sebagai aset investasi maupun komoditas yang diperjualbelikan oleh para pelaku pasar.

Aset kripto diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan lewat Peraturan Bappebti No 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka.

Aturan kripto juga tercantum dalam Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.

[Gambas:Video CNN]

(pta/sfr)





Sumber: www.cnnindonesia.com