Menkeu Ungkap Ujian Ekonomi 2023 Serupa Tapi Tak Sama dengan Tahun Ini

Menteri Keuangan Sri Mulyani menggelontorkan Rp612 triliun untuk anggaran pendidikan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023.

Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut ujian perekonomian 2023 memiliki kemiripan dengan tahun ini, meski akan ada beberapa perbedaan kondisi. 

Dalam hal ini, Ani menyoroti soal kondisi geopolitik dan perekonomian negara-negara maju yang diterpa oleh badai inflasi.

“Ujian 2023 ada kemiripannya dengan 2022, tapi pasti ada perbedaannya. Situasi globalnya dari sisi inflasi, battling dengan inflasi ada kemiripan, bahkan lebih agresif, ” kata Ani dalam Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2022, Jumat (30/12).

“Kondisi resesi (juga) akan muncul di beberapa belahan ekonomi dunia, mengalami pelemahan ekonomi, dan pada saat yang sama geopolitik juga belum mereda,” sambungnya.

Ani pun mengakui bahwa 2022 bukan tahun yang biasa. Meskipun, ia mengaku sudah terbiasa dengan tahun yang tak biasa sejak pandemi menyerang.

“Ketika kita masuk 2022 dengan harapan akan jauh lebih baik dan cooling, kita mengakui bahwa 2022 ujiannya juga sungguh luar biasa,” ucap Ani.

Menurutnya, kondisi ini perlu disikapi dengan waspada. Terlebih, 2023 akan menjadi tahun politik. Ia mendorong agar seluruh stakeholder saling berkolaborasi dan bersinergi menjaga pertumbuhan tahun-tahun yang dianggap berisiko ini.

“Sama kayak tadi BEI melaporkan, 2022 hampir semua bursa di dunia mengatakan dengan excuse bahwa dunia sedang gonjang-ganjing, maka mereka dalam situasi red, tapi Anda bisa mengatakan saya dalam situasi green, itu hal luar biasa,” pujinya.

Lebih jauh, Ani mengaku optimis pertumbuhan Indonesia kuartal IV 2022 akan ditutup dengan resilien, meskipun berbagai gejolak ekonomi telah terjadi.

“Ekonomi kita dalam kondisi relatif baik, growth Q3 5,72 persen. Overall kemarin saya di Bali, weekend saya melihat traffic dimana-mana sudah macet. Maka kita boleh berasumsi bahwa Q4 mungkin tetap tumbuh resilient tinggi,” katanya.

Salah satu alasannya adalah jumlah kasus positif Covid-19 masih terjaga dan aktivitas masyarakat sedang dalam momentum bullish.

“Confidence dan pondasi cukup baik akan terus dipertahankan dengan policy mix Kemenkeu sisi fiskal dan non fiskal, BI, OJK, dan LPS kita akan terus jaga momentum pemulihan sangat kuat. Kami berharap akan terus terjaga kemampuan resiliensi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di 2023,” tegas Ani.

[Gambas:Video CNN]

(cfd/dzu)




Sumber: www.cnnindonesia.com