Ngurah Rai Jadi Bandara Tersibuk AP I, Layani 12,5 Juta Penumpang

Angkasa Pura I akan melakukan penyesuaian operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada 12-18 November 2022 untuk mendukung kelancaran KTT G20 Bali.

Jakarta, CNN Indonesia

Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi bandara tersibuk PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I pada 2022. Tahun lalu, bandara di Pulau Dewata ini melayani 12,5 juta penumpang.

Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi mengatakan tingginya jumlah pergerakan penumpang dan pesawat udara yang dilayani Bandara Ngurah Rai merupakan perwujudan dari semakin meningkatnya tingkat kepercayaan diri dan minat masyarakat untuk kembali berwisata.

“Hal ini juga merupakan pertanda bahwa Bali sebagai destinasi wisata unggulan masih sangat diminati oleh warga masyarakat Indonesia dan global,” ujar Faik melalui keterangan tertulis yang dikutip dari Antara, Senin (16/1).

Perseroan mencatat 12.519.809 pergerakan penumpang sepanjang 2022 atau melonjak 231 persen dibandingkan 2021, 3.778.807 pergerakan.

Kemudian, bandara melayani 87.558 pergerakan pesawat tahun lalu atau naik 141 persen dibandingkan 2021, 36.299 pergerakan.

Jumlah pergerakan penumpang dan pesawat di Bandara Ngurah Rai masing-masing menyumbang 24 persen dari total 52.294.618 pergerakan penumpang sepanjang 2022 dan 16 persen dari total 552.778 pergerakan pesawat AP I.

Pada 2021, sambung Faik, Bandara Ngurah Rai hanya menempati urutan ketiga bandara AP I dengan jumlah pergerakan penumpang terbanyak dengan 3,7 juta penumpang.

Jumlah tersebut di bawah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan 6,7 juta penumpang dan Bandara Juanda Surabaya dengan 5,9 juta penumpang.

Jika dirinci, jumlah penumpang Bandara Ngurah Rai sepanjang 2022 terbagi menjadi 7.855.820 pergerakan penumpang rute domestik, 4.543.402 pergerakan penumpang rute internasional, dan 120.587 pergerakan penumpang transit domestik.

Sedangkan untuk pergerakan pesawat udara terdiri atas 61.544 pergerakan penumpang rute domestik dan 26.014 pergerakan penumpang rute internasional.

“Jumlah pergerakan penumpang dan pesawat rute internasional mengalami lonjakan yang luar biasa tinggi, dari 5.619 pergerakan di 2021 menjadi 4.543.402 pergerakan di 2022 dan untuk pesawat dari 1.355 pergerakan menjadi 26.014 pergerakan di 2022,” terangnya.

Bandara I Gusti Ngurah Rai sendiri merupakan bandara yang pertama kali ditetapkan oleh pemerintah sebagai pintu masuk wisatawan internasional pada masa pandemi covid-19, yakni pada Maret 2022 lalu.

“Sejak saat itu, jumlah pergerakan penumpang rute internasional yang masuk ke Bali terus mengalami pertumbuhan setiap bulannya dengan rata-rata pertumbuhan bulanan sebesar 58 persen pada rentang Maret hingga Desember 2022,” tuturnya.

[Gambas:Video CNN]

(sfr/sfr)

[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com