Pasokan Daging Babi di China Melonjak ke Level Tertinggi Sejak 2014

China tengah menghadapi krisis babi karena kurangnya produksi dari para peternak. Mereka karena itu akan mengimpor daging babi.

Jakarta, CNN Indonesia

Pasokan daging babi di China tembus 55,41 juta ton pada 2022, naik 4,6 persen dibandingkan 2021.

Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2014. Biro Statistik China menyatakan kenaikan pasokan itu didorong oleh produksi daging babi pada kuartal keempat 2022 yang melesat  13,91 juta ton.

Hal itu terjadi seiring langkah para peternak menggemukkan babi seiring reli harga yang terjadi selama musim panas dengan harap mendapatkan keuntungan dari pemulihan permintaan.

Namun, harapan peternak sirna. Pasalnya, lonjakan kasus covid di China belakangan ini membuat banyak orang memilih berdiam diri di rumah. Akibatnya, permintaan daging babi turun dan harganya anjlok.

Akhirnya, lonjakan pasokan daging babi tak bisa dihindari.

“Sulit untuk menyesuaikan jumlah produksi daging yang lebih tinggi ini dengan permintaan,” kata salah satu pendiri konsultan pertanian Sitonia Consulting yang berbasis di Shanghai Darin Friedrichs seperti dikutip dari Reuters, Selasa (17/1.

Sementara itu analis peternakan yang menolak disebut namanya mengatakan lonjakan persediaan daging babi juga dipicu oleh masalah data resmi dari pemerintah. Karena masalah data itu, produksi daging di China terus meningkat selama dua tahun belakangan ini meskipun permintaan tengah lesu. 

Meskipun demikian, analis lain meyakini masalah kelebihan pasokan daging babi di China tak akan berlangsung lama. Mereka memperkirakan konsumsi daging meningkat setelah China melonggarkan kebijakan nol covid.

Mereka percaya kebijakan itu akan meningkatkan kegiatan makan bersama dan pertemuan bisnis yang pada akhirnya mendukung permintaan daging babi dan harganya. 

[Gambas:Video CNN]

(agt/sfr)

[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com