Penduduk Miskin DKI Jakarta Berkurang 7.110 Orang per September 2022

BPS DKI Jakarta mencatat angka kemiskinan di Ibu Kota sebesar 4,61 persen atau 494,93 ribu orang per September 2022, turun 0,08 persen dibandingkan Maret 2022.

Jakarta, CNN Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat angka kemiskinan di Ibu Kota sebesar 4,61 persen atau 494,93 ribu orang pada periode September 2022, turun 0,08 persen dibandingkan Maret 2022.

Dilansir dari laman resmi BPS DKI Jakarta, Selasa (17/1), pada Maret 2022 jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta mencapai 502,04 ribu orang atau 4,69 persen. Artinya, pada periode September 2022 jumlah penduduk miskin berkurang 7.110 orang.

Selain itu, angka ketimpangan juga turun menjadi 0,412 pada September 2022.

Berkurangnya jumlah penduduk miskin ini antara lain dipengaruhi oleh membaiknya beberapa indikator makro ekonomi. Pada periode September 2022, ekonomi tumbuh 5,94 persen dan pengangguran berkurang 63 ribu orang.

Tak hanya itu, ada juga tenaga kerja baru mencapai 138 ribu orang. Meski demikian, garis kemiskinan naik 4,66 persen, yakni dari Rp738.755 per kapita per bulan pada Maret 2022 menjadi Rp773.370 per kapita per bulan pada September 2022.

Peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan non makanan. Tercatat komoditi makanan menyumbang sebesar 69,15 persen pada garis kemiskinan.

Secara keseluruhan, BPS mencatat persentase penduduk miskin di Indonesia mencapai 9,57 persen pada September 2022.

Angka ini meningkat 0,03 persen terhadap persentase pada Maret 2022. Adapun untuk jumlah penduduk miskin mencapai 26,36 juta orang per September 2022.

BPS juga mencatat secara nasional garis kemiskinan pada September 2022 tercatat sebesar Rp535.547 per kapita per bulan. Angka ini terdiri dari komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp397.125 (74,15 persen) dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp138.422 (25,85 persen).

Pada periode yang sama, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,34 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.324.274 per rumah tangga miskin per bulan.

(mrh/agt)




Sumber: www.cnnindonesia.com