Penyebab APBN Tekor Rp464 T Sepanjang 2022

Kemenkeu mencatat APBN 2022 defisit Rp464,3 triliun di 2022. Menkeu Sri Mulyani menyebut defisit turun tajam jika dibanding 2021 yang Rp775,1 triliun.

Jakarta, CNN Indonesia

Kementerian Keuangan mencatat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2022 mengalami defisit Rp464,3 triliun atau 2,38 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Defisit APBN tersebut terjadi karena pendapatan negara hanya sebesar Rp2.626,4 triliun pada tahun kemarin. Di sisi lain, belanja negara justru mencapai Rp3.090,8 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan defisit APBN sepanjang 2022 ini lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp775,1 triliun.

“Ini adalah penurunan sangat tajam defisit hingga 40 persen,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers Realisasi APBN 2022, Selasa (3/1).

Namun, angka ini merupakan realisasi sementara karena akan melewati proses audit terlebih dahulu.

Adapun penerimaan pendapatan negara sepanjang 2022 mencapai 115,9 persen dari target APBN sesuai Perpres 98/2022 (pagu) sebesar Rp2.266 triliun.

Pendapatan negara terdiri dari penerimaan pajak Rp1.716,8 triliun, kepabeanan dan cukai Rp317,8 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 588,3 triliun, dan hibah Rp3,5 triliun.

Sementara belanja negara terdiri dari belanja kementerian atau lembaga (K/L) sebesar Rp1.079,3 triliun, belanja non K/L 1.195,2 triliun termasuk subsidi energi dan kompensasi Rp551,2 triliun, dan transfer ke daerah Rp816,2 triliun.

“Jadi belanja negara melonjak atau meningkat dan kenaikannya terutama terjadi pada belanja untuk perlindungan pada masyarakat dalam bentuk subsidi, kompensasi dan berbagai bantuan sosial,” ujar Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNN]

(fby/agt)




Sumber: www.cnnindonesia.com