Pertamina Minta Maaf soal Viral Pertalite Campur Air di Karawang

PT Pertamina (Persero) meminta maaf soal kejadian viral BBM jenis Pertalite campur air di SPBU Pertamina di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.

Jakarta, CNN Indonesia

PT Pertamina (Persero) meminta maaf soal kejadian viral BBM jenis Pertalite campur air di SPBU Pertamina di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.

Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jawa Bagian Barat Pertamina Patra Niaga Eko Kristiawan mengakui insiden Pertalite campur air tersebut menjadi penyebab motor mogok.

Menurutnya, kejadian tersebut terjadi di SPBU 34.413.06 Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang pada Selasa (3/1) pukul 12.32 WIB.

Eko menuturkan insiden ini bermula ketika seorang pengendara sepeda motor datang ke SPBU dan mengeluh karena mesin sepeda motornya tidak bisa dinyalakan setelah melakukan pengisian Pertalite.

“Konsumen tersebut menguji kondisi motornya dengan mengambil sampel BBM yang masuk ke tangki motor dan benar tercampur dengan air. Kondisi ini dibenarkan oleh mekanik yang sengaja didatangkan pihak SPBU untuk melakukan pengecekan,” ungkap Eko dalam keterangan tertulis.

Ia menegaskan pihak SPBU langsung melakukan pengecekan ke tangki penyimpanan BBM yang diduga terkena rembesan air hujan. Kondisi saat ini sudah steril di mana tangki penyimpanan BBM sudah diperiksa ulang dan dikeringkan dari sisa air.

Eko menuturkan pihak SPBU terkait sudah memberikan kompensasi kepada konsumen yang mengisi BBM Pertalite pada tenggang waktu tersebut. Pengelola SPBU juga telah berkoordinasi dengan Polsek Rengasdengklok terkait hal ini.

Saat ini SPBU tersebut berhenti beroperasi untuk penanganan lebih lanjut. Sementara, masyarakat bisa beralih ke SPBU terdekat, yakni SPBU 34.413.25 dan SPBU 34.413.31 Rengasdengklok untuk melakukan pengisian BBM.

“Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” pungkas Eko.

Sebelumnya, kejadian ini viral di media sosial melalui unggahan akun @karawang_kekinian. Dalam unggahan itu dinarasikan warna bensin tak wajar karena berbeda dari Pertalite pada umumnya.

Dalam video itu terlihat orang yang merekam video menunjukkan cairan dalam botol air mineral berwarna kecokelatan. Padahal, warna Pertalite harusnya hijau.

[Gambas:Video CNN]

(skt/dzu)




Sumber: www.cnnindonesia.com