Respons BCA soal Tukang Becak Bobol Tabungan Nasabah Rp345 Juta

BCA menghormati proses hukum yang berjalan atas kasus pembobolan rekening senilai Rp345 juta oleh tukang becak asal Surabaya bernama Setu.

Jakarta, CNN Indonesia

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghormati proses hukum yang berjalan atas kasus pembobolan rekening tabungan milik nasabah Muin Zachry senilai Rp345 juta oleh tukang becak asal Surabaya bernama Setu.

Vice President Corporate Communication & Social Responsibility Hera F Haryn mengungkapkan kasus tersebut sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan sehingga BCA belum dapat menyampaikan tanggapan terkait materi atau pokok perkara, namun kami yakin dan percaya bahwa sistem peradilan dan fungsi penegakan hukum dapat memberikan keadilan dalam menyelesaikan kasus ini,” ujar Hera dalam keterangan tertulis, Kamis (19/1).

Kendati demikian, perseroan mengimbau para nasabahnya untuk bisa menjaga data pribadi dengan baik dan tidak menyebarkannya ke siapapun, termasuk orang terdekat. Hal ini agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Sejumlah data yang harus dirahasiakan antara lain personal identification number (PIN), one time password (OTP), password, response key BCA, dan card verification code (CVC) atau card verification value (CVV).

“Bagi kami, keamanan data nasabah merupakan prioritas utama dan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karenanya kami menyarankan agar nasabah senantiasa mengamankan data tersebut sebaik mungkin untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan atau penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.

Kasus itu bermula saat Setu diperintahkan oleh seorang pria bernama Mohammad Thoha yang merupakan penyewa kamar kost di rumah Muin.

Thoha memiliki rencana yang matang untuk membobol rekening Muin dengan mencuri KTP, buku tabungan, hingga kartu ATM Muin saat pemilik tabungan berangkat ke masjid untuk Salat Jumat.

Kemudian, Thoha mencari orang yang memiliki postur dan wajah yang mirip dengan Muin. Tak lama, ia bertemu dengan Setu, tukang becak yang sedang mangkal.

Setelah mengobrol singkat, Setu pun mempelajari tanda tangan Muin. Tak lama, tukang becak itu pun berangkat ke bank pada Jumat (5/8) siang untuk menjalankan tugasnya.

Berbekal situasi yang mendukung saat Salat Jumat, Setu mendatangi kantor cabang BCA Jalan Indrapura. Ia bertemu dengan teller bernama Maharani Istono Putri. Putri mengaku benar-benar terkecoh dengan penampilan Setu yang sangat mirip dengan Muin.

Ketika menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Putri mengaku penyamaran Setu sempurna. Pria itu berperawakan sangat mirip dengan Muin. Selain membawa buku tabungan dan KTP asli. Setu juga hafal nomor PIN.

“Pak Setu bawa buku tabungan, tahu nomor PIN, dan KTP asli juga,” kata Putri seperti dikutip dari detik.com, Jumat (20/1).

Tanpa keraguan, Putri pun mengakui dirinya segera memproses penarikan tunai tabungan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Terlebih, Putri melihat tanda tangan Setu mirip dengan tanda tangan Muin. Ia perhatikan dan melihat langsung dalam slip penarikan yang diserahkan Setu kepadanya.

“Spesimen tanda tangan, hasilnya sama (dengan tanda tangan korban),” tutur Putri.

Kendati demikian, ia mengakui kesalahannya tak mengkonfirmasi via telepon ke Muin, pemilik rekening yang asli. Sebab, ia menilai Setu dianggap sebagai pemilik rekening yang mengambil uangnya sendiri di bank.

[Gambas:Video CNN]

(sfr/agt)

[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com