Rupiah Ambruk ke Rp15.616 per Dolar Imbas Potensi Perlambatan Ekonomi

Nilai tukar rupiah melemah 0,22 persen ke Rp15.616 per dolar AS pada Kamis (5/1) sore ini.

Jakarta, CNN Indonesia

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.616 per dolar AS pada Kamis (5/1) sore ini. Mata uang Garuda melemah 34 poin atau minus 0,22 persen dari perdagangan sebelumnya.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah ke posisi Rp15.610 per dolar AS pada perdagangan sore ini.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak di zona hijau. Yuan China naik 0,34 persen, peso Filipina tumbuh 0,24, won Korea Selatan plus 0,18 persen, yen Jepang naik 0,14 persen, rupee India tumbuh 0,10 persen, ringgit Malaysia naik 0,02 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,02 persen.

Kendati demikian, baht Thailand melemah 0,01 persen dan dolar Singapura turun 0,04 persen.

Sementara, mata uang negara maju mayoritas melemah. Poundsterling Inggris melemah 0,39 persen, euro Eropa naik 0,05 persen, franc Swiss plus 0,12 persen, dolar Kanada minus 0,30 persen, dan dolar Australia melemah 0,43 persen.

Senior Analis DCFX Lukman Leong mengatakan rupiah kembali tertekan oleh sentimen risk off domestik dengan sell off di bursa.

“Rencana China untuk mengakhiri larangan impor batu bara dari Australia berpotensi menurunkan pendapatan ekspor Indonesia. Terlebih perlambatan global diperkirakan akan menekan harga komoditas terutama energi,” katanya kepada CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN]

(skt/sfr)




Sumber: www.cnnindonesia.com