Saham Garuda Sentuh Harga Terendah Usai ARB 9 Kali

Saham Garuda Indonesia sempat mengalami auto rejection bawah (ARB) sembilan kali hingga akhirnya menyentuh level terendahnya sepanjang masa pada Senin (16/1).

Jakarta, CNN Indonesia

Saham emiten maskapai BUMN yakni PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sempat mengalami auto rejection bawah (ARB) sembilan kali hingga akhirnya menyentuh level terendahnya sepanjang masa (all time low/ATL) pada perdagangan awal pekan, Senin (16/1).

Per pukul 10:07 WIB, saham GIAA terpantau ambles 6,9 persen ke posisi harga Rp108/saham. Saham GIAA pun langsung menyentuh ARB begitu pembukaan pasar.

Artinya, saham GIAA sudah menyentuh level ATL dengan harga penawaran perdana saat itu mencapai Rp750/saham.

Terlihat ada 4,75 juta lot antrian jual di harga Rp108/saham. Namun, belum ada antrian yang tercantum di order bid atau beli, menandakan bahwa saham GIAA sudah menyentuh ARB.

Dilansir dari CNBC, sebelum ambles hingga menyentuh ATL, saham GIAA sempat menyentuh auto reject atas (ARA) satu kali pada perdagangan 3 Januari lalu. Momen ini bertepatan usai suspensi saham GIAA resmi dibuka oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham GIAA pun ditransaksikan sebanyak 457 kali dengan volume sebesar 6,04 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 652,81 juta.

Sejumlah sentimen positif terhadap maskapai penerbangan BUMN itu belum mampu menopang harga saham GIAA.

Garuda sempat mendapatkan penghargaan dari OAG Flightview. Lembaga riset independen asal Inggris ini menempatkan Garuda sebagai maskapai dengan tingkat ketepatan waktu terbaik yakni 95,36 persen melalui anugerah The Most Punctual Global Airline.

Meski begitu, manajemen Garuda saat ini tengah berfokus pada rencana bisnis (business plan) perseroan dan profitabilitas perseroan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra meyakini perseroan dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja secara operasional. Ia menjelaskan Garuda akan memaksimalkan sejumlah outlook rencana strategis korporasi, antara lain lewat penambahan kapasitas alat produksi GIAA.

Pada 2023 ini, GIAA menargetkan dapat mengoperasikan minimal 66 armada, di luar yang sudah ada sebanyak 6 armada.

[Gambas:Video CNN]

(cfd/agt)

[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com