Sekjen PBB Tuduh Beberapa Perusahaan Minyak Pembohong Besar

Sekjen PBB Antonio Guterres marah dan menuduh perusahaan minyak sebagai pembohong besar karena tak mengakui bahan bakar fosil memicu perubahan iklim.

Jakarta, CNN Indonesia

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres marah dan menuduh perusahaan minyak sebagai pembohong besar karena tidak mengakui bahan bakar fosil sebagai penyebab utama perubahan iklim yang makin parah belakangan ini.

Kemarahan Guterres ini bermula setelah sebuah penelitian mengatakan ExxonMobil membantah temuan para ilmuwan tentang kontribusi bahan bakar fosil terhadap terjadinya perubahan iklim.

“Beberapa di Big Oil (perusahaan besar minyak) mengungkapkan kebohongan besar,” ujar Guterres dalam World Economic Forum yang dikutip AFP, Rabu (18/1).

Ia menilai bahwa perusahaan besar minyak dunia harus bertanggung jawab terhadap perubahan iklim akibat bahan bakar fosil yang dihasilkan produknya. Hal tersebut juga sudah diakui oleh produsen minyak terdahulu.

“Kami mengetahui minggu lalu bahwa produsen bahan bakar fosil tertentu menyadari sepenuhnya pada tahun 1970-an bahwa produk utama mereka sedang ‘memanggang’ planet kita,” kata Guterres.

“Seperti industri tembakau, mereka yang bertanggung jawab dan harus dimintai pertanggungjawaban,” imbuhnya.

Pada 1998, negara bagian AS memang pernah menerima uang pertanggungjawaban senilai US$246 miliar dari perusahaan tembakau untuk membiayai perawatan perokok yang sakit akibat efek dari bahaya rokok.

Studi tentang ExxonMobil yang diterbitkan dalam jurnal Science minggu lalu menemukan bahwa perusahaan berperan besar dalam perubahan iklim di masa mendatang. Namun, perusahaan menyangkal penelitian tersebut.

“Mereka yang berbicara tentang ‘Exxon Knew’ salah dalam kesimpulan mereka,” kata Juru Bicara ExxonMobil.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/agt)




Sumber: www.cnnindonesia.com