Tips Aman Nabung di Bank Agar Tak Dibobol seperti Nasabah BCA Surabaya

Banyak modus penipuan yang mengatasnamakan bank, termasuk penipuan berupa iklan penawaran upgrade fitur BI Fast di aplikasi BCA mobile, myBCA atau KlikBCA.

Jakarta, CNN Indonesia

Kasus pembobolan dana nasabah di bank kembali terjadi. Kali ini seorang tukang becak di Surabaya, Setu, berhasil membobol tabungan Rp345 juta dari rekening nasabah Bank BCA bernama Muin Zachry.

Setu awalnya diperintahkan oleh seorang pria bernama Mohammad Thoha yang merupakan penyewa kamar kost di rumah Muin. Thoha memiliki rencana yang matang untuk membobol rekening Muin dengan mencuri KTP, buku tabungan, hingga kartu ATM Muin saat pemilik tabungan berangkat ke masjid untuk Salat Jumat.

Kemudian, Thoha mencari orang yang memiliki postur dan wajah yang mirip dengan Muin. Tak lama, ia bertemu dengan Setu, tukang becak yang sedang mangkal.

Setu lalu mendatangi kantor cabang BCA Jalan Indrapura dan menemui teller dengan membawa buku tabungan beserta KTP milik Muin. Lantaran telah yakin Setu adalah Muin, sang teller pun segera memproses penarikan tunai tabungan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Kasus pembobolan dana nasabah di bank telah terjadi beberapa kali. Maka dari itu dibutuhkan kewaspadaan dalam menjaga tabungan di bank penting dilakukan dan tak semata hanya mengandalkan bank meski sistem keamanannya sudah canggih.

Berikut tips menyimpan uang di bank agar tidak kebobolan.

1. Jangan Sembarang Serahkan Data

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menyarankan nasabah untuk tidak pernah membagikan pin atm atau user id, password dan pin transaksi mobile banking/internet banking ke sembarang orang, meskipun mengaku dari pihak bank.

Nasabah juga disarankan untuk meminta kelengkapan dokumen bukti kepemilikan rekening seperti buku tabungan ataupun kartu ATM.

2. Rutin Cek Tabungan

Pemilik rekening tabungan disarankan untuk cek saldo tabungan secara berkala, paling tidak sebulan sekali. Sehingga, bila terjadi kejanggalan pada saldo tabungan, dapat segera diketahui dan dilaporkan, baik ke pihak bank maupun kepolisian.

3. Rutin Memperbaharui Data

Sementara itu, perencana Keuangan dari Zelts Consulting Ahmad Gozali menyarankan nasabah untuk memperbaharui data secara berkala terutama jika terjadi perubahan data, seperti data alamat rumah, kantor, email, nomor telepon, dan sebagainya.

Meski terkesan sepele, namun pembaharuan data sangat penting agar pihak bank mudah mendeteksi jika ditemukan transaksi menggunakan data lama oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Khusus untuk modus terbaru dengan memanfaatkan nomor handphone lama yang tidak terpakai. Jangan lupa untuk melakukan pengkinian data nasabah ke bank, atau melakukan update nomor di aplikasi yang terhubung dan menggunakan OTP (One Time Password) via sms,” katanya kepada CNNIndonesia.com.

4. Lindungi Data Pribadi

Gozali juga menyarankan nasabah untuk melindungi data-data pribadi dengan cara tidak memberitahukan data tersebut kepada sembarang orang. Apalagi, jika data-data tersebut berkaitan dengan validasi transaksi perbankan, misalnya tanggal lahir, nama ibu kandung, dan alamat sesuai KTP.

Ia juga mengimbau nasabah bijak menggunakan media sosial untuk berbagi informasi, lantaran tidak ada batasan penerima jika sebuah informasi sudah terlanjur diunggah melalui internet.

“Karena kadang secara tidak sadar kita share nama ibu kandung, foto kartu ATM, terutama di bagian belakang ada kode keamanan, atau informasi pribadi lainnya yang mungkin dimanfaatkan sebagai celah penipuan,” imbuhnya.

5. Ubah PIN Berkala

Sementara itu, Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Asad menambahkan agar rekening tidak bobol, maka nomor PIN perlu diganti secara berkala.

“Secara berkala mengubah PIN dan punya catatan dengan (PIN) agar tidak lupa tadi catatannya jangan di handphone,” ujarnya.

Untuk informasi, PIN dengan kerumitan tinggi adalah kombinasi huruf kapital, huruf kecil, angka, dan karakter. Selain itu, hindari kombinasi PIN untuk transaksi perbankan yang mudah ditebak seperti urutan angka 1234.

6. Tidak Menaruh Dana dalam Satu Rekening

Tejasari juga menyarankan agar nasabah tidak menempatkan uangnya dalam satu rekening, apalagi jika nasabah selalu membawa kartu ATM rekening tersebut di dalam dompet, maupun menginstal m-banking dari smartphone.

Sebaiknya, kata dia, nasabah memiliki sejumlah rekening di bank dengan tujuan penggunaan dana berbeda. Tujuannya, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka nasabah masih memiliki cadangan dana.

[Gambas:Video CNN]

(fby/dzu)




Sumber: www.cnnindonesia.com