Tips Hindari Gagal Klaim Asuransi Seperti Kasus Indra Bekti

Kasus gagal klaim asuransi yang dialami presenter Indra Bekti menjadi sorotan masyarakat. Berikut tips menghindari penolakan klaim asuransi.

Jakarta, CNN Indonesia

Kasus gagal klaim asuransi yang dialami presenter Indra Bekti menjadi sorotan masyarakat.

Sebelumnya, Indra Bekti harus dilarikan ke rumah sakit usai pingsan di toilet. Insiden tersebut terjadi pada akhir Desember saat ia mengisi acara di salah satu stasiun radio.

Saat itu, Indra Bekti meminta izin untuk ke toilet tapi tak kunjung kembali setelah beberapa waktu. Hal tersebut membuat manajer dan orang lain khawatir. Presenter itu kemudian ditemukan tak sadarkan diri.

Indra Bekti langsung dilarikan ke RS Abdi Waluyo, dan langsung mendapatkan tindakan medis berupa operasi dan dirawat secara intensif.

Aldila Jelita selaku istri Indra Bekti mengungkapkan biaya perawatan saat ini mencapai Rp1 miliar, namun sayangnya, ia gagal mengklaim asuransinya. Berkaca pada kasus Indra Bekti, bagaimana sih tips menghindari penolakan klaim asuransi?

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho menuturkan beberapa tipsnya, yaitu;

1. Isi data dengan jujur

Menurut Andi ketika mendaftar asuransi, calon penerima manfaat harus jujur terhadap kondisi dan riwayat kesehatan. Sebab, data yang disembunyikan atau tidak diungkap dengan jujur bisa berakibat klaim ditolak apabila fakta sebenarnya ditemukan.

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo merekomendasikan untuk masyarakat agar memiliki asuransi ketika masih berusia muda atau di bawah 30 tahun.

“Pasalnya, peserta asuransi yang berusia di atas 40 tahun akan dibebankan premi yang lebih tinggi pula ketimbang yang mendaftar di bawah usia 30 tahun,” katanya lewat keterangan tertulis.

2. Membayar premi tepat waktu

Menurutnya, aspek ini juga penting dilakukan. Sebab jika pembayaran asuransi telah dalam periode tertentu, klaim yang diajukan bisa ditolak.

“Pastikan kita membayar premi asuransinya tepat waktu. Karena walau hanya kelewat sehari pun dari batas waktu toleransi pembayarannya, bisa bikin klaim kita ditolak,” kata Andi ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (6/1).

3. Memahami syarat dan ketentuan

Saat membeli asuransi, penting untuk membaca syarat dan ketentuan klaim yang berlaku. Hal ini akan tertuang dalam polis yang kemudian disepakati perusahaan asuransi dan pembelinya.

Termasuk di antaranya memahami item yang diasuransikan, limit yang diberikan oleh pihak asuransi, dan mekanisme perawatan baik rawat inap atau rawat jalan.

“Seperti berapa lama masa tunggu suatu penyakit bisa dicover dihitung dari waktu awal bergabung asuransi, penyakit apa saja yang bisa dicover, apa saja pengecualian atau hal-hal yang tidak bisa dicover, dan lainnya,” ucap Andi.

4. Lengkapi seluruh dokumen

Saat mengajukan klaim, para pemegang polis harus memastikan semua dokumen yang diminta pihak asuransi sudah terpenuhi. Menurutnya, ketidaklengkapan atau ketidaksesuaian dokumen yang diberikan akan membuat proses klaim di pending atau bahkan ditolak.

5. Jangan terjebak harga murah

Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto menilai hampir tidak ada produk asuransi yang murah dan memberikan manfaat maksimal.

[Gambas:Video CNN]

(cfd/dzu)




Sumber: www.cnnindonesia.com