Transaksi Lelang 2022 Capai Rp35 T, Tertinggi Lebih dari Seabad

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mencatat nilai pokok lelang sepanjang 2022 sebesar Rp35,2 triliun.

Jakarta, CNN Indonesia

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKNKementerian Keuangan mencatat nilai pokok lelang sepanjang 2022 sebesar Rp35,2 triliun.

Capaian nilai tersebut tertinggi sepanjang sejarah atau sejak dilakukan lelang pada 115 tahun silam.

Direktur Lelang DJKN Joko Prihanto mengatakan lelang yang dilakukan pemerintah memang makin diminati. Hal ini tercermin dari segmentasi peminat barang yang dijual terus bertambah, seperti mobil sudah memiliki peminat sendiri, begitu juga aset lainnya untuk tanah maupun bangunan.

Oleh karenanya, target lelang sebesar Rp30 triliun pada 2022 mampu melampaui target dan bahkan berhasil mencatatkan rekor.

“Ini lelang tertinggi sepanjang sejarah, dalam 115 tahun. Capai tertinggi di 2022 karena tembus Rp35 triliun. Luar biasa,” ujar Joko dalam media briefing, Jumat (20/1).

Capaian lelang yang dilakukan pemerintah memang mengalami kenaikan sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2022 terealisasi Rp27 triliun, lalu melonjak menjadi Rp35 triliun di 2021 dan naik tipis menjadi Rp35,2 triliun di 2022.

Jika dilihat dari jenis, lelang sepanjang tahun lalu terbanyak dari piutang perbankan yang nilainya hampir Rp10 triliun. Kemudian, ada juga dari aset BLBI, namun jumlahnya masih kecil Rp1,3 miliar.

“Sumber paling besar lelang dari jaminan utang perbankan. Lelang hak tanggungan, macam-macam tapi kebanyakan properti. Itu (perbankan) tembus Rp10 triliun,” jelasnya.

Sementara, untuk tahun ini pemerintah menargetkan hasil pokok lelang bisa mencapai Rp33 triliun. Kemenkeu yakin bakal kembali melampaui target karena melihat realisasi tahun ini. Apalagi ada beberapa aset jumbo yang antre untuk dijual di 2023 ini.

“Targetnya rencanakan Rp33 triliun di tahun depan. Kita men-challenge target Rp33 triliun di 2023,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/dzu)




Sumber: www.cnnindonesia.com