Wamenkeu Cs Sambangi Kantor Mahfud MD Bahas Transaksi Janggal Rp300 T

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara blak-blakan soal alasan utama pembuatan Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).

Jakarta, CNN Indonesia

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dan rombongan datang ke kantor Menko Polhukam Mahfud MD untuk membahas transaksi janggal Rp300 triliun di internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, mobil yang membawa Wamenkeu Suahasil Nazara tiba di Kemenko Polhukam sekitar pukul 17.00 WIB.

Beberapa menit sebelum Wamenkeu tiba, datang mobil yang berisi Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkeu Heru Pambudi, dan Staf Khusus Kemenkeu Yustinus Prastowo.

Pertemuan sore ini sudah diungkapkan Prastowo sebelumnya di Kantor Kemenkeu. Ia mengatakan pertemuan ini akan membahas temuan Mahfud MD soal transaksi janggal Rp300 triliun di internal Kemenkeu.

“Nanti sore kita ketemu sama Pak Menko (Mahfud MD) bahas Rp300 triliun ini, bareng Pak Wamenkeu (Suahasil Nazara),” kata Prastowo di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (10/3).

Prastowo menyebut Kemenkeu bakal meminta arahan lebih lanjut soal dugaan transaksi janggal Rp300 triliun yang diungkap Mahfud.

Mahfud sebelumnya mengungkap temuan transaksi janggal Rp300 triliun itu melibatkan 460 pegawai Kemenkeu. Ia menyebut mayoritas transaksi terjadi di Ditjen Pajak dan Bea Cukai.

“Saya sudah dapat laporan yang pagi tadi, terbaru malah ada pergerakan mencurigakan sebesar Rp300 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan, yang sebagian besar ada di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai,” kata Mahfud di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Yogyakarta, Rabu (8/3).

Mahfud mengungkapkan temuan transaksi janggal ini berbeda dengan transaksi dari rekening pejabat Direktorat Jenderal Pajak Rafael Alun Trisambodo beserta keluarganya sebesar Rp500 miliar.

Ia mengaku sudah menyerahkan informasi itu kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Kepala PPATK Ivan Yustiavandana.

[Gambas:Video CNN]

(skt/sfr)





Sumber: www.cnnindonesia.com